FOKKAL DESAK DAN SOMASI KPK PANGGIL PUAN TERDUGA KORUPSI E-KTP

Presidium Nasional Forum Organisasi Keagamaan & Kebangsaan Tingkat Nasional (FOKKAL) melalui salah satu Presidiumnya Joko Priyoski mendesak KPK agar segera memanggil dan melakukan Penyidikan terhadap Puan Maharani atas pengakuan Eks Ketua DPR RI Setya Novanto di Persidangan sebagai Terdakwa di Pengadilan Tipikor bahwa Puan Maharani telah menerima uang haram Proyek E-KTP sebesar 500.000 Dollar yang setara 7,5 Milyar rupiah tersebut.

“Kita mendesak KPK agar jangan tebang pilih dalam segala upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, nama lain yang disebut Setnov sudah dipanggil bahkan ada yang dipanggil beberapa kali seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan terbukti tidak benar, tapi koq yang 2 lagi Puan dan Pramono Anung belum pernah dipanggil atau diklarifikasi?” ujar Jojo panggilan akrab Joko Priyoski mantan Aktivis Front Kota yang telah malang melintang aktif di dunia Pergerakan sejak ’98 hingga sekarang.

“Kalau Ganjar kan sudah beberapa kali dipanggil dan KPK secara resmi nyatakan bahwa pengakuan Setnov tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti dan Ganjar sudah dinyatakan Clear, harusnya Puan dan Pramono juga panggil dan disidik juga dong, telusuri dan lakukan penyelidikan, apalagi sudah ada info dari terpidana Setnov” lanjut Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) ini.

“Atas dasar itulah, kami yang berkoalisi di FOKKAL sepakat untuk mendesak KPK agar segera menindak lanjuti kasus ini, jangan seolah-olah dipeti eskan”ujar Jojo lagi dalam keterangannya 11/10/2022.

“Selain membuat surat resmi, kami juga berencana akan lakukan aksi Teatrikal di Gedung KPK Jumat 14/10 nanti” ujar Jojo.

“Kita merasa aneh saja jika ada yg sudah TSK seperti Harun Masiku dan Lukas Enembe sulit sekali bisa ditangkap, sementara Puan dan Pramono Anung tidak pernah dipanggil sekalipun padahal namanya sudah tegas disebutkan Setnov di Persidangan kasus E-KTP”, tegas Penggiat anti korupsi ini.