Sidang lanjutan Perkara Pidana dugaan, perampasan Agenda Pemeriksaan keterangan Korban dan saksi dihadirkan Para pihak

0newsTv.net

Sidang “Berjalan sedikit Alot”

Mempawah, Kalimantan Barat – Sidang lanjutan Perkara Pidana dugaan, perampasan dan tindakan kekerasan yang di alami oleh salah seorang wartawan, yang dilakukan oleh salah seorang oknum petugas SPBU No. 64.783.21, berinisial Faisal, yang berada jalan raya kakap, kecamatan Sungai Kakap berinisial Faisal. Mendengarkan keterangan Saksi-saksi di Pengadilan Negeri mempawah, beralamat Jl. Raden Kusno No.mor 80, Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. KamisKamis( 29/9/2022).

Pantauan Awak Media di persidangan, dari awal sidang dimulai dalam agenda pemeriksaan dan keterangan Para saksi yang dihadirkan Para pihak berjalan sedikit alot di karenakan para pihak saling mempertahankan argumen dengan keterangan maupun kesaksian.dan jaksa maupun hakim sempat beberapa kali menegur tersangka Faisal , karena dipandang kurang sopan bersikap dalam ruangan persidangan.

“Di tempat dan waktu yang bersamaan usai agenda sidang di gelar, di Pengadilan Ngeri Nempawah selesai Persidangan tersebut, Suheri Nasrul, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD-PWRI)Kalimantan Barat. Menjelaskan kepada sejumlah Awak Media, bahwa dirinya sangat berharap kepada Pihak Jaksa dan Hakim yang menangani Perkara ini sebelum melakukan tuntutan dan Putusan terhadap tersangka (FL-red) dapat “melirik” dan “Membuka”Undang-undang Pers No.40 Tahun 1999.” Pintanya.

Alasannya sudah cukup jelas dikarenakan Pada saat Korban mendapatkan dugaan tindakan kekerasan oleh oknum SPBU,korban sedang menjalani tugasnya selaku Jurnalistik dilapangan “.Katanya.

Cakupan serta isi dalam UU PERS No.40 Tahun 1999 sudah cukup jelas,selain mengatur hak dan kewajiban wartawan dalam menjalani tugas jurnalistiknya juga mengatur Sangsi Pidana dan Perdata bagi Pihak yang menghalang- halangi wartawan dalam Peliputan suatu Peristiwa serta kejadian,setiap wartawan juga dalam menjalani tugas jurnalistiknya berhak mendapatkan Perlindungan hukum dan wartawan mempunyai Pengaruh besar dalam aspek setiap kehidupan,”Tandasnya.

“Sementara Ismail Djayusman sebagai Korban mendapatkan dugaan tindakan kekerasan oleh oknum SPBU No. 64.783.21., korban sedang menjalani tugasnya selaku Jurnalistik dan juga selaku ketua(DPC-PWRI)Persatuan wartawan Republik Indonesia Kabupaten Kubu Raya kepada sejumlah wartawan, dia mengatanak harapan saya kepada majelis hakim ini undang undang harus di tegak kan sesuai prosedur yang berlaku dan kami juga tidak akan melawan undangan undangan itu karena undang undang itu adalah produk negara jangan di mainkan jadi saya minta keputusan ini betul betul adil dari penegak hukum.”Tegasnya.

Lebih lanjut Ismail,memaparkan yang perlu saya sampai kan di sini, kalau tadi hakim juga mengatakan, bahwa itu tidak boleh mengambil dokumentasi menggunakan Handphone (Hp) di SPBU,sementara Pemerintah saat ini juga sudah mengeluarkan sitem aplikasi My Pertamina QR Code ini yang mana sebenarnya,” Katanya.

Yang ke Dua pada saat saya mengambil dokumentasi menggunakan Handphone (HP), sementara itu saya lihat bahwa ada pengantri minyak itu juga menggunakan Handphone (Hp), menjelaskan kepada oknum SPBU berisial Faisal, ucap Ismail. Dan Handphone nya juga aktif, padahal itu sangat lebih dekat dari tempat pengisian itu dan lebih lama lagi mereka berada di sana, dari pada saya, kata Ismail, dan selain juga, banyaknya pengantri minyak dengan menggunakan jirigen plastik serta adanya mobil yang bias mengantri minyak di lokasi SPBU tersebut, sudah stanby diduga menunggu antarian/pengisian.

“Ismail Djayusman, menjelaskan lagi, bahwa tadi barusan dalam persidangan, kita juga bisa lihat hasil rekam Vidio dan sisi TV yang ditampilkan Jaksa dan Hakim, di putar dalam ruangan persidangan tadi, terbukti sangat jelas tidakan Yang dilakukan petugas SPBU yang berisial Faisal tersebut sangat jelas terhadap Awak Media yang meliput, ” Jelasnya.

” Dan saya, Ismail Djayusman, mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan Awak Media, yang selalu solid dan rekan rekan relawan laskar Anti korupsi Indonesia (LAKI), sejak dari proses laporan di polisi awal hingga hingga tahap tahap masuknya proses persidangan, dan keterangan Korban dan saksi, selalu mengikuti perkembangan dipersidangan dari kasus yang saya alami ini, yang masih berjalan .”Pungkasnya.

Red_MUHAMMAD